Modifying Introvert Personality With Rational Emotive Behavior Therapy
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikostudia.v4i2.2269Keywords:
introvert, rasional emotive behavior therapy.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) dengan menggunakan tes kepribadian MBTI dalam mengumpulkan subjek yaitu mahasiswa baru yang memiliki kepribadian introvert dan mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik dan lebih adaptif dalam lingkungan perkuliahan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif eksperimental dengan Desain Simple Randomized. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kepribadian MBTI. Subjek penelitian adalah mahasiswa baru yang memiliki kepribadian introvert di PGSD Universitas Mulawarman Samarinda yang berjumlah 30 mahasiswa baru. Teknik analisa data menggunakan One-Way ANOVA dengan bantuan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 20.0 for Windows. Hasil uji one-way anovaterapi REBT terhadap perilaku introvert tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan p = 0.062, serta F hitung < F tabel (3.766 < 4.20) yang artinya hipotesis ditolak. Mean squares between groups > within groups (24.300 > 6.425) yang berarti intervensi berupa terapi REBT memberikan efek yang berbeda antara kelompok eksperimen dan kontrol.References
Baxter, K. 2008. Stockley’s Drug Interaction. Great Britain: PhP Pharmaceutical Press.
Burger, J. M. 2008. Negative Reaction: to Increase in Perceived Personal Control. Journal of Personality and Psychology. Vol. 35 p.658-672.
Cain, B. 2012. A Review of The Mental Workload Literature Defence Research and Development. Toronto: Human System Integration Section.
Campbell, D. T., Cook, T. D. 1979. Quasi-Experimentation: Designs & Analysis Issues for Field Settings. USA: Houghton Mifflin Company.
Corey, G. 2013. Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. PT. Refika Aditama: Bandung.
Eysenck, H. J. 1970. Personality: Theory And Research. Canada: John Wiley And Sons, inc.
Eysenck, M. W. 2004. Adolescence, Adulthood, and Old Age. Psychology:An Internasional Perspective. Psychology Press Ltd.
Hadi, S. 2000. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Hall, A. 2005. Audience Personality and the Selection of Media and Media Genres. Journal of Media Psychology. Vol. 7 p. 368.
Kerlinger, F. N. 2004. Asas-asas Penelitian Behavioral. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Laney. 2001. “First Visibility of the Lunar crescent”. African Skies. No. 5 p. 15-25.
Latipun. 2006. Psikologi Eksperimen. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.
Latipun. 2008. Psikologi Konseling; edisi ketiga. UNM Press: Malang.
Moleong, L. J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nashori, F. 2003. Potensi-Potensi Manusia: Seri Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Prayitno, E. A. 2008. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Retnowati, S., Haryanthi, L. P. S. 2001. Kecenderungan Kecanduan Cybersex Ditinjau dari Tipe Kepribadian. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Solso, L. R., Maclin, H. O., dan Maclin, K. M. 2008. Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga.
Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Suryabrata. 2002. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Winkel, W. S. 2007. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar.Jakarta: PT. Gramedia.
Winkel, W. S. 2007. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT. Gramedia.
Zywica, J., Danowski, J. 2008. The Faces of Facebookers: Investigating Social Enhancement and Social Compensation Hypotheses; Predicting Facebook and offline popularity from sociability and self‐esteem, and mapping the meanings of popularity with semantic networks. Journal of Computer‐Mediated Communication, 14(1), 1-34.